Tampilkan postingan dengan label Serius dikit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serius dikit. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Desember 2011

Sebuah Konsep #GeografiBersatu! (part 1)

Kali ini, akan coba gue jelaskan mengenai konsep Gografi Bersatu yang gue gembar-gemborkan dan dijadikan jargon dalam pemilihan Calon Ketua BEM KM FGE UGM beberapa waktu yang lalu.
Apa sebenarnya maksud yang terkandung didalamnya? Kemana arah tujuannya? Bergerak atas alasan apa dan untuk apa?

Semua pertanyaan itu akan coba gue jawab di tulisan gue kali ini.


Tapi sebelumnya, gue ingin menjelaskan dulu seberapa penting posisi kita serta seberapa besar potensi yang kita miliki dilihat dari kedudukan kita yang merupakan bagian dari Fakultas Geografi UGM.


Welcome to the best place to solve all your lab reports! YEAAHH.!!


Fakultas Georgafi adalah satu dari 18 fakultas yang ada di Universitas Gadjah Mada. Dan UGM, merupakan universitas tertua di Indonesia, yang didirikan dengan tujuan mulia, agar semua rakyat Indonesia bisa mendapatkan pendidikan tinggi yang lebih baik. Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia, saat meresmikan universitas ini pun memberikan pesan bahwa universitas ini harus tetap menjadi kampus kerakyatan, dan tetap membumi.


Kita tidak usah dulu bertanya-tanya : lalu apakah sekarang kampus ini masih tetap menjadi kampus kerakyatan?


JANGAN DULU, karena bukan itu fokus dari tulisan kali ini.


Gue mau membuka mata teman-teman semua, bahwa kita saat ini sedang menuntut ilmu di sebuah universitas yang luar biasa. Di Indonesia, UGM dijadikan sebuah patokan oleh yang lain untuk contoh pendidikan tinggi yang baik. Bahkan beberapa kali kita dijadikan sebagai universitas nomor 1 di Indonesia.


Bukannya mau sombong atau arogan. ENGGAK!

Tapi emang realitanya seperti itu.


Coba teman-teman pikirkan. Di universitas mana lagi di Indonesia, apabila ada mahasiswanya yang menjadi juara atau finalis di kompetisi-kompetisi nasional bahkan internasional, tapi tidak disanjung-sanjung atau “didewakan” secara berlebihan oleh lingkungannya?


Yaa di UGM sob!


Mungkin pujian akan tetap diberikan, tapi itu hanya diawal-awalnya saja. Setelah itu, selesai sudah.


Contoh nyatanya, teman saya, Haviz (GEL 09) merupakan orang yang membawa tim PKM-nya tembus PIMNAS 2011 di Makassar. Walaupun tidak berhasil merebut satupun medali disana, tapi setidaknya ia ikut berpartisipasi untuk UGM meraih Juara Umum di PIMNAS tersebut. Sebuah prestasi yang patut dibanggakan bukan?


Tapi kenyataannya, sekembalinya ia dari Makassar, statusnya sebagai finalis PIMNAS tidak terlalu berpengaruh di kesehariannya. Dia tetap saja dijadikan bahan ejekan oleh teman-teman yang lain, seperti biasanya sebelum ia lolos PIMNAS. Teman-teman masih lebih melihat dia sebagai “seseorang yang cuma bisa berwacana” dibandingkan “seseorang yang menjadi finalis PIMNAS 2011”.


Mengenaskan.


Contoh percakapan yang pernah terjadi di kehidupan sehari-hari (True Story):

(latar belakang : sedang kumpul-kumpul dan ngobrol-ngobrol ngece Haviz)

Teman-temen : HAHAHAHA..! (ngetawain Haviz)

Haviz : Heh kowe ngopo tho do ngece aku? Aku cah pimnas lhoooo..!

Seorang teman : Kowe cah pimnas Viz? Lha njug ngopooo.??

Teman-teman : HAHAHAHHA..! (ngetawain Haviz lagi, kali ini makin keras)


Kejam.

Hidup itu pahit jendral!


Haviz malang yang tersia-siakan oleh alam


Prestasi itu, yang walaupun membanggakan memang, tapi ternyata dianggap tidak terlalu luar biasa oleh teman-teman yang lain.

Bukannya mau mengkerdilkan prestasinya, tetapi bagi kami, hal itu memang lumrah. Itu adalah prestasi yang sering didapatkan oleh mahasiswa UGM.

Tidak terlalu “wah”.

Sesuatu yang wajar dan memang seharusnya begitulah adanya.


* * *


(insya Allah berlanjut) :D


Selasa, 20 Desember 2011

Dibalik Geografi Bersatu!

Fix sudah! Akhirnya gue resmi maju menjadi calon Ketua BEM KM FGE UGM untuk periode 2012 mendatang. Gue berhasil lolos proses verifikasi, dan alhamdulillah gak ada 1 persyaratan pun yang kurang.


Gue punya alasan kuat kenapa gue memutuskan untuk ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi pemilihan mahasiswa raya kali ini. Tapi kalo ada yang menganggap gue maju untuk sekedar mendapatkan jabatan dan kekuasaan semata atau cuma pengen eksis doang atau cuma pengen , itu salah besar.


Sekali lagi, SALAH BESAR!


Karena emang dari awal gue gak punya keinginan pribadi untuk menjadi orang nomer 1 di BEM KM FGE UGM. Enggak! Gue bukan tipe orang yang ambisius dengan jabatan. Gue gak gila kekuasaan. Dan gue maju gak mewakili dari golongan tertentu.


Gue maju karena buanyaaak banget dukungan yang datang dari temen-temen mahasiswa di Geografi yang meminta gue untuk maju dan mengharap bahwa gue adalah orang yang tepat untuk memimpin BEM KM FGE UGM serta memperjuangkan aspirasi mereka.


Dukungan itu datang dari segala penjuru. Mulai dari teman-teman sejurusan, seangkatan, beda prodi, angkatan di bawah dan diatas gue, temen-temen pengurus UKM/HMJ, teman-teman di luar geografi, dan rekan-rekan aktivis lembaga di luar fakultas.


Buanyaaaaaakk banget.


Dan gue akan menjadi seseorang yang arogan apabila gue acuh terhadap dukungan yang datang bertubi-tubi itu. Gue berasa punya beban moral tersendiri yang selalu berteriak-teriak di kepala gue kalo seandainya gue gak menjawab panggilan hati nurani dan permintaan dari teman-teman tadi. Gue merasa ada yang mengganjal disini, di dalam hati, apabila gue masa bodoh dengan semua itu.


Itulah yang menjadi salah satu alasan kuat dibalik keputusan gue untuk maju.


Gue puya dua prinsip dalam hidup yang insya Allah akan tetep gue pegang. Pertama, amanah itu gak dicari-cari, tetapi amanah itu didapatkan dan dipercayai oleh orang lain kepada kita. Dan kalo udah ada orang yang mempercayakan kita untuk memegang amanah tersebut tapi kita gak mau, sungguh merupakan satu dosa besar. Kedua, orang yang akan mendapatkan amanah untuk menjadi seorang pemimpin pastilah benar-benar orang yang tepat. Amanah tidak akan pernah diberikan kepada orang yang gak tepat.


Nah, pertanyaanya.

Apakah gue yang sekarang sudah bisa menjadi orang yang tepat untuk menerima amanah tersebut?


Gue juga sadar diri, gue masih punya banyak kekurangan disana-sini. Gue yang sekarang, menurut gue pribadi, belum bisa menjadi uswatun hasanah. Belum bisa menjadi teladan bagi orang lain. Gue yang sekarang masih perlu banyak belajar, belajar, dan belajar lagi untuk bisa menjadi pribadi yang pantas untuk menerima amanah tersebut.


Lalu udah tau begitu, gue diam aja?


ENGGAK!


Berbagai macam cara gue tempuh untuk bisa menjadi lebih baik. Gue mulai sering diskusi dengan teman-teman, dengan senior, dan dengan siapapun untuk menambah ilmu dan pengetahuan gue. Karena gue rasa pembelajaran yang paling efektif adalah dengan berdiskusi. Dan itu sudah dibuktikan oleh sejarah bahwa diskusi merupakan cara yang ditempuh oleh founding father negeri ini untuk saling bertukar pikiran.


Gue gak berani memberikan garansi kalo seandainya gue menang nanti gue akan langsung membuat gerakan perubahan yang lebih progresif dan lebih kongkrit.


Gue gak berani.


Gak berani kalo seandainya gak ada dukungan dan partisipasi dari semua elemen masyarakat Georgafi. Karena untuk mewujudkan sesuatu perubahan besar, harus ada dukungan dari semua pihak. Gue gak bergerak sendiri, tapi gue bergerak bersama kalian. Gue gak memimpin sendiri, tapi gue memimpin bersama kalian. Karena tanpa adanya dukungan dari teman-teman disamping gue, gue cuma bagaikan seonggok daging yang hanya mampu bicara dan berjalan, tapi tak mampu berfikir dan merasakan.


Mari bergerak dalam kesepahaman demi kemajuan bersama. Tidak sekedar menjadi mahasiswa yang hanya bisa menuntut perubahan, tetapi mari menjadi mahasiswa yang melakukan dan menciptakan perubahan!


Geografi Bersatu!!!


Hidup Mahasiswa Indonesia!

Hidup Mahasiswa Gadjah Mada!



Selasa, 06 Desember 2011

Desember, Kesempatan Terakhir Berkontribusi

Enggak terasa udah memasuki bulan terakhir dalam tahun 2011 ini. Bagi perusahaan-perusahaan, ini berarti adalah bulan tutup buku. Bagi pribadi-pribadi yang optimis, ini berarti adalah bulan terakhir untuk dijalankan dengan penuh semangat sambil menatap tahun depan dan berharap tahun depan akan lebih baik dari tahun ini dalam segala aspek kehidupannya.


Sedangkan bagi orang-orang yang bergabung dalam organisasi atau lembaga tertentu dan kebetulan mendapatkan amanah tertentu juga, ini berarti adalah kesempatan terakhir untuk melaksanakan program kerjanya yang belum sempat dijalankan. Kesempatan terakhir untuk memberikan kontribusi nyata. Kesempatan terakhir untuk mengabdi kepada masyarakat demi kemajuan bangsa dan negara.


Tapi gue pribadi lebih suka menganggap bulan Desember ini adalah bulan untuk evaluasi serta refleksi diri atas apa yang sudah kita semua lakukan di tahun 2011 ini. Evaluasi dan refleksi diri agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan berkontribusi di tahun yang akan datang.


Bulan Desember juga merupakan bulan pertanggungjawaban bagi orang-orang mendapatkan amanah di organisasi atau lembaga tertentu. Pertanggungjawaban yang akan dibacakan dan dievaluasi pada musyawarah besar di akhir kepengurusan. Pertanggungjawaban yang meminta kita secara jujur dan jantan untuk mengakui program kerja apa saja yang sudah terlaksana dan yang belum terlaksana.


Cepet banget. Gak terasa.


Gue jadi inget dulu, hampir 1 tahun yang lalu, sewaktu ditawarkan amanah oleh sang ketua BEM KM FGE UGM untuk mengepalai departemen advokasi selama 1 tahun kepengurusan. Gue sempet bimbang dan sadar diri, apakah gue bisa menerima amanah ini. Apakah gue adalah orang yang tepat untuk menjadi orang yang mampu menyampaikan aspirasi teman-teman mahasiswa serta menjadi garda terdepan dalam pergerakan mahasiswa di lembaga ini.

Dengan segala macam kebimbangan tersebut, gue menyanggupi amanah ini.


Dan sekarang, gak terasa udah berada di akhir kepengurusan. Cepet banget. Hahaha.


Kebimbangan yang hinggap dipikiran gue sewaktu dulu ditawarkan untuk menerima amanah ini, perlahan tapi pasti, sedikit demi sedikit mulai menguap. Walaupun gue sadar, gue jauh dari kata sempurna dalam melaksanakan amanah ini, tapigue udah berusaha sekuat tenaga untuk melaksanakan amanah tersebut.


Karena gue yakin, sesungguhnya Allah pasti memberikan amanah kepada semua hamba-Nya sesuai dengan batas kesanggupan si hamba tersebut dalam melaksanakannya. :)


be assured!

Kamis, 02 September 2010

Isi Pidato Presiden SBY Tadi Malam

Seperti yang sudah kita ketahui semua, bahwa negara kita tercinta, Indonesia Raya, saat ini memiliki hubungan diplomatik yang "kurang enak" dengan negara tetangga kita. Hal ini karena dipengaruhi oleh beberapa faktor penyebab yang muncul akhir-akhir ini. Apa musti saya sebutkan disini.?? Kita semua juga sudah mengetahuinya bukan?

Nah, menyikapi dari hal tersebut, presiden kita Pak Susilo Bambany Yudhoyono akhirnya setelah ditunggu-tunggu oleh masyarakat kita bagaimana reaksinya, akhirnya berpidato menanggapi ketegangan hubungan antara kedua negara tersebut.

Setelah saya searching kesana-kemari, akhirnya dapet juga isi pidato beliau.
Kurang lebihnya seperti ini.




***

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Salam sejahtera untuk kita semua, Saudara-saudara se-bangsa dan se-tanah air yang saya cintai dan saya banggakan,

Malam ini, saya ingin memberikan penjelasan kepada rakyat Indonesia mengenai hubungan Indonesia – Malaysia. Marilah kita mengawalinya dengan melihat perkembangan dan dinamika hubungan kedua negara, salah satu hubungan bilateral Indonesia yang paling penting.

Hubungan Indonesia dan Malaysia memiliki cakupan yang luas, yang semuanya berkaitan dengan kepentingan nasional, kepentingan rakyat kita.

Pertama, Indonesia dan Malaysia mempunyai hubungan sejarah, budaya dan kekerabatan yang sangat erat - dan mungkin yang paling erat dibanding negara-negara lain, dan sudah terjalin selama ratusan tahun. Kita mempunyai tanggung jawab sejarah, untuk memelihara dan melanjutkan tali persaudaraan ini.

Kedua, hubungan Indonesia dan Malaysia adalah pilar penting dalam keluarga besar ASEAN. ASEAN bisa tumbuh pesat selama empat dekade terakhir ini, antara lain karena kokohnya pondasi hubungan bilateral Indonesia - Malaysia.

Ketiga, ada sekitar (2) juta saudara-saudara kita yang bekerja di Malaysia – di perusahaan, di pertanian, dan di berbagai lapangan pekerjaan. Ini adalah jumlah tenaga kerja Indonesia yang terbesar di luar negeri. Tentu saja keberadaan tenaga kerja Indonesia di Malaysia membawa keuntungan bersama, baik bagi Indonesia maupun Malaysia.

Sementara itu, sekitar 13,000 pelajar dan mahasiswa Indonesia belajar di Malaysia, dan 6,000 mahasiswa Malaysia belajar di Indonesia. Ini merupakan asset bangsa yang harus terus kita bina bersama, dan juga modal kemitraan di masa depan.

Wisatawan Malaysia yang berkunjung ke Indonesia adalah ketiga terbesar dengan jumlah 1,18 juta orang, dari total 6,3 juta wisatawan mancanegara.

Investasi Malaysia di Indonesia 5 tahun terakhir (2005-2009) adalah 285 proyek investasi, berjumlah US$ 1.2 miliar, dan investasi Indonesia di Malaysia berjumlah US$ 534 juta. Jumlah perdagangan kedua negara telah mencapai US$ 11,4 Miliar pada tahun 2009. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan ekonomi Indonesia – Malaysia sungguh kuat.

Namun, hubungan yang khusus ini juga sangat kompleks. Hubungan ini tidak bebas dari masalah dan tantangan. Ada semacam dalil diplomasi, bahwa semakin dekat dan erat hubungan dua negara, semakin banyak masalah yang dihadapi.

Contoh masalah dan tantangan yang kita hadapi adalah menyangkut tenaga –kerja Indonesia di Malaysia. Kita tahu bahwa keberadaan 2 juta tenaga kerja Indonesia di Malaysia, disamping memberikan manfaat bersama, juga memunculkan kasus-kasus di lapangan yang harus terus kita kelola. Oleh karena itulah, sejak awal, saya berupaya keras untuk memperjuangkan hak-hak Tenaga Kerja Indonesia, antara lain menyangkut gaji dan waktu libur; memberikan perlindungan hukum, dan mendirikan sekolah bagi anak-anak Tenaga Kerja Indonesia.

Dalam kunjungan saya yang terakhir ke Malaysia, kita telah berhasil mencapai kesepakatan, mengenai pemberian dan perlindungan Hak bagi tenaga kerja kita di Malaysia.

Berkaitan dengan permasalahan hukum yang dihadapi oleh tenaga kerja Indonesia di Malaysia, pemerintah aktif melakukan langkah-langkah pendampingan dan advokasi hukum, untuk memastikan saudara-saudara kita mendapatkan keadilan yang sebenar-benarnya.

Selain masalah TKI dan perlindungan WNI, kita juga kerap menjumpai masalah yang terkait dengan perbatasan kedua negara. Masalah ini memerlukan pengelolaan yang serius dari kedua belah pihak.
Karena itulah, menyadari kepentingan bersama ini, saya dan Perdana Menteri Malaysia sering berkomunikasi secara langsung, di samping forum konsultasi tahunan yang kami lakukan, untuk memastikan bahwa isu-isu bilateral ini dapat kita kelola dan carikan jalan keluarnya dengan baik.

Saudara-saudara sekalian,

Akhir-akhir ini, hubungan Indonesia Malaysia kembali diuji dengan terjadinya insiden di seputar perairan Pulau Bintan pada tanggal 13 Agustus 2010 yang lalu. Berhubung insiden ini menjadikan perhatian yang luas dari kalangan masyarakat Indonesia, pada kesempatan ini, saya ingin memberikan penjelasan tentang duduk persoalan yang sesungguhnya, dan langkah-langkah tindakan yang diambil oleh pemerintah kita.

Sejak saya menerima laporan mengenai insiden ini tanggal 14 Agustus 2010 pagi, saya langsung memberikan berbagai instruksi. Pertama, saya minta agar ketiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan segera dikembalikan dalam keadaan selamat. Kedua, saya juga memerintahkan untuk mengusut tuntas apa yang sebenarnya terjadi dalam insiden tersebut.

Segera setelah itu, Menko Polhukam dan Menteri Luar Negeri melakukan tindakan-tindakan cepat, untuk mengelola penanganan insiden tersebut dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
Terhadap insiden ini, kita semua sangat prihatin, dan saya ingin agar masalah ini segera di selesaikan secara tuntas, dengan mengutamakan langkah-langkah diplomasi. Saya ingin mengatakan bahwa sejak terjadinya kasus ini pemerintah telah bertindak. Sistempun telah bekerja.


Dalam kaitan ini, saya telah mengirim surat kepada Perdana Menteri Malaysia, yang intinya menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya insiden tersebut. Saya juga mendorong agar proses perundingan batas maritim dapat dipercepat dan dituntaskan. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri telah memanggil Duta Besar Malaysia di Jakarta untuk menyampaikan nota protes.

Menteri Luar Negeri juga telah melakukan komunikasi intensif dengan Menteri Luar Negeri Malaysia. Dalam perkembangannya, alhamdulillah, ke-3 petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan itu kini telah kembali ke tanah air.

Berkaitan dengan ketiga petugas KKP tersebut, Pemerintah Indonesia menerima informasi tentang perlakuan yang tidak patut yang dialami oleh mereka. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia meminta penjelasan atas kebenaran informasi itu. Melalui jalur diplomasi, diperoleh informasi bahwa Pemerintah Malaysia saat ini sedang melakukan investigasi atas masalah perlakukan terhadap tiga petugas KKP tersebut.

Saudara-saudara,

Yang jelas, di masa depan, insiden seperti ini harus kita cegah, agar tidak terus menimbulkan permasalahan di antara kedua negara. Upaya ini bisa kita lakukan dengan cara segera menuntaskan perundingan batas wilayah di antara Malaysia dan Indonesia, serta bentuk-bentuk koordinasi dan kerjasama di antara kedua belah pihak, dengan semangat untuk tetap memelihara hubungan baik kedua bangsa.

Perihal penanganan terhadap 7 nelayan Malaysia yang memasuki wilayah perairan Indonesia, kepada mereka telah diambil tindakan-tindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Setelah prosesnya selesai mereka kita kembalikan ke Malaysia, sebagaimana kelaziman yang berlaku di lingkungan ASEAN selama ini. Perlu diketahui, dalam kasus yang sama, banyak nelayan Indonesia yang diduga memasuki wilayah perairan negara sahabat, juga dikembalikan ke negeri kita.

Saudara-saudara se-bangsa dan se-tanah air,

Belajar dari pengalaman ini, pemerintah Indonesia berpendapat bahwa solusi yang paling tepat untuk mencegah dan mengatasi insiden-insiden serupa adalah, dengan cara segera menuntaskan perundingan batas wilayah antara Indonesia dan Malaysia. Perundingan ini menyangkut batas wilayah darat dan batas wilayah maritim, termasuk di wilayah selat Singapura, dan perairan Sulawesi, atau perairan Ambalat.


Saudara-saudara,

Kedaulatan Negara dan keutuhan wilayah adalah kepentingan nasional yang sangat vital. Pemerintah juga sangat memahami kepentingan itu, dan terus bekerja secara sungguh-sungguh untuk menjaga dan menegakkannya. Namun demikian, tidak semua permasalahan yang muncul dalam hubungan dengan negara sahabat selalu terkait dengan kedaulatan dan keutuhan wilayah. Oleh karena itu, kita harus bisa menilai dengan tepat setiap masalah yang muncul, agar penyelesaiannyapun menjadi tepat pula.
Meskipun demikian, sekecil apapun permasalahan yang muncul dalam hubungan bilateral, akan tetap kita selesaikan demi menunjang kepentingan nasional kita. Kita harus senantiasa menjaga citra dan jatidiri kita sebagai bangsa yang bermartabat dalam menjalin hubungan internasional, tanpa kehilangan prinsip dasar politik luar negeri yang bebas dan aktif, dan yang diabdikan untuk kepentingan bangsa kita.



Saudara-saudara sekalian,

Cara kita menangani hubungan Indonesia – Malaysia akan disimak dan diikuti oleh negara-negara sahabat di kawasan Asia, bahkan oleh dunia internasional. Selama ini sebagai Pendiri ASEAN, Indonesia sering dijadikan panutan di dalam menyelesaikan berbagai konflik yang terjadi di kawasan, maupun di belahan bumi yang lain. Oleh karena itu, marilah seraya kita tetap memperjuang-kan kepentingan nasional kita, karakter dan peran internasional Indonesia yang konstruktif, dan dengan semangat untuk memelihara perdamaian, terus dapat kita jaga.

Terakhir, insiden yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia baru-baru ini akan kita tuntaskan penyelesaiannya. Indonesia akan terus mendorong Malaysia untuk benar-benar menyelesaikan perundingan batas wilayah yang sering memicu terjadinya insiden dan ketegangan. Dengan demikian, dengan dapat dicegahnya ketegangan dan benturan-benturan yang tidak perlu, saya yakin permasalahan, hubungan baik dan kerjasama bilateral antara Indonesia –Malaysia akan berkembang lebih besar lagi.

Ke depan dalam hubungan antar bangsa yang lebih luas, kita harus terus menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah kita, dan terus membangun diri menjadi negara yang maju, sejahtera, dan bermartabat, dengan tetap menjaga hubungan baik dan kerjasama dengan negara-negara sahabat.
Sekian.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

***

Saya tidak akan men-JUDGE apakah pidato tersebut lemah atau tidak dapat menyelesaikan apa-apa. Yang jelas, harapan saya pribadi sih, semoga hubungan diplomatik antar kedua negara ini dapat diperbaiki.

Silahkan sobat menanggapinya sendiri.

Karena bagaimanapun juga, bukankah perdamaian itu jauh lebih baik dibanding dengan peperangan??

Jumat, 06 Agustus 2010

30 Kesalahan Sholat yang Sering Kita Lakukan -Part 1-




“Sesungguhnya yang pertama kali akan dihisab atas seorang hamba pada hari kiamat adalah perkara sholat. Jika solatnya baik, maka baiklah seluruh amal ibadah lainnya, dan jika sholatnya rusak, maka rusaklah seluruh amal ibadah lainnya, kemudian semua amalannya akan dihitung atas hal itu.”
(HR. An Nasa’i : 463)

====================================================================



1. Menunda-nunda sholat dari waktu yg telah ditetapkan
Hal ini merupakan pelanggaran berdasarkan firman Allah SWT, “sesungguhnya sholat itu merupakan suatu kewajibanyang telah ditetapkan waktunya bagi orang-orang yang beriman”. (QS. An-Nisa : 103)


2. Tidak sholat berjamaah di masjid (bagi laki-laki)
Rasulullah SAW bersabda, “barang siapa yang mendengar panggilan (adzan) kemudian tidak menjawabnhya (dengan mendatangi sholat berjamaah), maka tidak ada sholat baginya kecuali udzur yang dibenarkan.” HR. Ibnu Majah, shahih)
“Lalu aku bangkit (setelah sholat dimulai) dan pergi menuju orang-orang yang tidak menghadiri sholat berjamaah, kemudian aku akan membakar rumah-rumah mereka hingga rata dengan tanah” (HR. Bukhari dan Muslim)



3. Tidak tuma’ninah dalam sholat
Makna tuma’ninah adalah seseorang yang melakukan sholat, diam (tenang) dalam ruku, i’tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud. Dia harus berada pada posisi-posisi tersebut, dimana setiap ruas-ruas tulang ditempatkan sesuai dengan tempatnya. Tidak boleh terburu-buru diantara dua gerakan dalam sholat, sampai dia selesai tuma’ninah dalam posisi tertentu sesuai waktunya. Bahkan Nabi Muhammad SAW bersabda berkata kepada seseorang yang tergesaa-gesa dalam sholatnyatanpa memperlihatkan tuma’ninah dengan benar, “Ulangi sholatmu, sebab kamu belum melakukan sholat”.



4. Tidak khusyu’ dalam sholat, dan melakukan gerakan-gerakan yang berlebihan di dalamnya.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya, seseorang beranjak setelah mengerjakan sholatnya dan tidak ditetapkan pahala untuknya kecuali hanya sepersepuluh untuk sholatnya, sepersembilan, seperdelapan, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga, atau setengah darinya”. (HR. Abu Dawud, shahih). Mereka tidak mendapat pahala sholatnya dengan sempurna disebabkan tidak adanya kekhusuyu’an dalam hati dan melakukan gerakan-gerakan yang melalaikan dalam sholatnya.



5. Sengaja mendahului gerakan imam atau tidak mengikuti gerakan-gerakannya
Perbuatan ini dapat membatalkan sholat atau rekaat-rekaat. Merupakan suatu kewajiban bagi makmum untuk mengikuti imam secara keseluruhan tanpa mendahuluinya atau melambat-lambatkan sesudahnya pada setiap rekaat sholat. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya dijadikan imam itu untuk diikuti keseluruhannya. Jika dia bertakbir, maka bertakbirlah, dan jangan bertakbir sampai imam bertakbir, dan jika dia ruku’ maka ruku’lah, dan jangan ruku’ sampai imam ruku’”. (HR. Bukhari)


6. Berdiri untuk melengkapi rekaat yang tertinggal sebelum imam menyelesaikan tasyahud akhir dengan mengucap salam ke kiri dan ke kanan.
Rasulullah SAW berkata, “jangan mendahuluiku dalam ruku’, sujud, dan jangan pergi dari sholat (Al-Insyiraaf)”. Para ulama berpendapat bahwa Al-Insyiraaf, ada pada tasyahud akhir. Seseorang yang mendahului imam harus tetap pada tempatnya sampai imam menyelesaikan sholatnya (sempurna salamnya). Baru setelah ia berdiri dan melengkapi rekaat yang tertinggal.


7. Melafadzkan niat
Tidak ada keterangan dari nabi maupun para sahabat bahwa mereka pernah melafadzkan niat sholat. Ibnu Qayyim menyatakan dalam Zaadul-Ma’aad, “ketika Nabi SAW berdiri untuk sholat beliau mengucapkan, “Allaahu Akbar”, dan tidak berkata apapun selain itu. Beliau juga tidak melafalkan niatnya denga keras.”


8. Membaca Al-Quran dalam ruku’ atau selama sujud
Hal ini dilarang, berdasarkan sebuah riwayat dari Ibnu Abbas RA, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Saya telah dilarang untuk membaca Al-Qur’an selama ruku’ atau dalam sujud.”


9. Memandang ke atas selama sholat atau melihat ke kiri dan ke kanan tanpa alasan tertentu
Rasulullah SAW bersabda, “Cegahlah orang-orang itu untuk mengangkat pandangan ke atas atau biarkan pandangan mereka tidak kembali lagi” (HR. Muslim)


10. Melihat ke sekeliling tanpa ada keperluan tertentu
Diriwayatkan dari Aisyah RA, bahwa ia berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW tentang melihat ke sekeliling dalam sholat. Beliau menjawab, ‘Itu adalah curian yang sengaja dibisikan setan pada umat dalam sholatnya’.” (HR. Ahmad)



11. Seorang wanita yang tidak menutup kepala dan kakinya dalam sholat
Sabda Rasulullah SAW, “Allah tidak menerima sholat wanita yang sudah mencapai usia haid, kecuali jika dia memakai jilbab (khimar)”. (HR. Ahmad)


12. Berjalan di depan orang yang sholat
berjalan didepan orang yang sedang sholat, baik orang yang dilewati dihadapannya itu sebagai imam, maupun sedang sholat sendirian dan melangkah (melewati) di antara orang-orang selama khutbah sholat Jum’at
Rasulullah SAW bersabda, “Jika orang yang melintas di depan orang yang sedang sholat mengetahui betapa beratnya dosa baginya melakukan hal itu, maka akan lebih baik baginya untuk menunggu dalam hitungan 40 dari pada berjalan di depan orang yang sholat itu” (HR. Bukhari dan Muslim).
Adapun lewat di antara shaf orang yang sedang berjama’ah, maka hal itu diperbolehkan menurut jumhur berdasarkan hadits Ibnu Abbas : “Saya datang dengan naik keledai, sedang saya pada waktu itu mendekati baligh. Rasulullah SAW sendang sholat bersama orang-orang di Mina menghadap ke dinding. Maka saya lewat di depan sebagian shaf, lalu turun dan saya biarkan keledai saya, maka saya masuk ke dalam shaf dan tidak ada seorangpun yang mengingkari perbuatan saya.” (HR. Al Jama’ah). Ibnu Abdil Barr berkata, “Hadits Ibnu Abbas ini menjadi pengkhususan dari hadits Abu Sa’id yang berbunyi, ‘Jika salah seorang dari kalian sholat, maka jangan biarkan seorangpun lewat di depannya’.”. (Fathul Bari:1/572)


13. Tidak mengikuti imam (pada posisi yang sama) ketika datang terlambat, baik ketika imam sedang duduk atau sujud
Sikap yang dibenarkan bagi seseorang yang memasuki masjid adalah segera mengikuti imam pada posisinya bagaimanapun, baik dia sedang sujud atau yang lainnya.


14. Seseorang yang bermain dengan pakaian atau jam atau yang lainnya
Hal ini mengurangi kekhusu’an. Rasulullah SAW melarang mengusap kerikil dalam sholat, karena dapat merusak kekhusyu’an. Beliau bersabda, “Jika salah seorang dari kalian sedang sholat, cegahlah ia untuk tidak menghapus kerikil sehingga ampunan datang padanya” (HR. Ahmad, shahih)


15. Menutup mata tanpa alasan
Hal ini makruh sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim Al-jauziyah, “Menutup mata bukan dari sunah Rasul. Yang ternaik adalah, jika membuka mata tidak merusak kekhusyu’an sholat, maka lebih baik melakukannya. Namun jika hiasan, ornamen dan sebagainya di sekitar orang yang sholat atau antara dirinya dan kiblat mengganggu konsentrasinya, maka diperbolehkan menutup mata. Namun demikian, pernyataan untuk melakukan hal itu dianjurkan (mustahab) pada kasus ini.” Wallahu A’lam.

Insya Allah bagian keduanya segera menyusul. Karena keterbatasan halaman, mangkanya saya potong dan bagi menjadi 2 bagian. Jazakumullah

Bagian keduanya bisa dilihat disini.

Kamis, 17 Juni 2010

Strategi Pengaturan Makanan

Untuk mendukung program pemerintah kita yang mendambakan penduduknya sehat, lucu, dan sejahtera, maka saya juga ikut ambil bagian. Salah satunya ialah dengan memberikan beberapa tips-tips yang bermanfaat tentang kesehatan. Sudah ada beberapa artikel dan tips-tips yang telah saya berikan di blog ini, dan agar semua ini tidak terputus ditengah jalan, maka akan saya teruskan artikel kesehatan ini dengan tips-tips yang lainnya.

Kali ini akan dibahas 4 hal penting yang perlu Anda perhatikan agar DIET (Pengaturan Pola Makan) Anda menjadi lebih sehat, lebih berhasil, tanpa lemas, tanpa lapar, dan tanpa dosa. Hehee.

Nah. Jadi sekarang yang harus Anda lakukan adalah : Duduk relaks di tempat duduk Anda, dimanapun itu, fokuskan pandangan mata ke layar laptop atau komputer Anda, jangan beralih pada hal apapun, dan terakhir baca tips-tips dibawah ini dengan seksama dan khidmat.


  1. Pilihan jenis mentahnya. Pilihlah yang rendah lemak, atau buang lemak2 yang terlihat.
  2. Penyajiannya. Pilihlah penyajian rebus, kukus, panggang, tumis, pepes, atau panggang. Kemudian dengan penyajian tersebut, hindari penambahan minyak, mentega, tepung-tepung, gula pasir, krim, maupun santan.
  3. Timing & frekuensi. Sepanjang hari konsumsikan kombinasi antara sayuran & protein 2-4 kali. Untuk 1 meal sebelum & sesudah olahraga, kombinasi sayuran & protein ini bisa ditambahkan karbohidrat kompleks untuk energi dan pemulihan.
  4. Jumlah. Protein 1 telapak tangan setiap meal. Karbohidrat kompleks 1 kepal tangan setiap meal. Sayuran sebanyaknya.


Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua.

Salam olahraga!

Rabu, 16 Juni 2010

Adzan dan Mukjizatnya

Adzan adalah media luar biasa untuk mengumandangkan tauhid terhadap Tuhan yang Maha Kuasa dan risalah (kenabian) Nabi Muhammad saw. Adzan juga merupakan panggilan shalat kepada umat Islam, yang terus bergema di seluruh dunia lima kali setiap hari.

Betapa mengagumkan suara adzan itu, dan bagi umat Islam di seluruh dunia, adzan merupakan sebuah fakta yang telah mapan. Indonesia misalnya, sebagai sebuah negara terdiri dari ribuan pulau dan dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

Begitu fajar fajar menyingsing di sisi timur Sulawesi, di sekitar 5:30 waktu setempat, maka adzan subuh mulai dikumandangkan. Ribuan Muadzin di kawasan timur Indonesia mulai mengumandangkan tauhid kepada yang Maha Kuasa, dan risalah Muhammad saw.

Proses itu terus berlangsung dan bergerak ke arah barat kepulauan Indonesia. Perbedaan waktu antara timur dan barat pulau-pulau di Indonesia adalah satu jam. Oleh karena itu, satu jam setelah adzan selesai di Sulawesi, maka adzan segera bergema di Jakarta, disusul pula sumatra. Dan adzan belum berakhir di Indonesia, maka ia sudah dimulai di Malaysia. Burma adalah di baris berikutnya, dan dalam waktu beberapa jam dari Jakarta, maka adzan mencapai Dacca, ibukota Bangladesh. Dan begitu adzan berakhir di Bangladesh, maka ia ia telah dikumandangkan di barat India, dari Kalkuta ke Srinagar. Kemudian terus menuju Bombay dan seluruh kawasan India.

Srinagar dan Sialkot (sebuah kota di Pakistan utara) memiliki waktu adzan yang sama. Perbedaan waktu antara Sialkot, Kota, Karachi dan Gowadar (kota di Baluchistan, sebuah provinsi di Pakistan) adalah empat puluh menit, dan dalam waktu ini, (Dawn) adzan Fajar telah terdengar di Pakistan. Sebelum berakhir di sana, ia telah dimulai di Afghanistan dan Muscat. Perbedaan waktu antara Muscat dan Baghdad adalah satu jam. Adzan kembali terdengar selama satu jam di wilayah Hijaz al-Muqaddas (Makkah dan Madinah), Yaman, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Irak.

Perbedaan waktu antara Bagdad dan Iskandariyah di Mesir adalah satu jam. Adzan terus bergema di Siria, Mesir, Somalia dan Sudan selama jam tersebut. Iskandariyah dan Istanbul terletak di bujur geografis yang sama. Perbedaan waktu antara timur dan barat Turki adalah satu setengah jam, dan pada saat ini seruan shalat dikumandangkan.

Iskandariyah dan Tripoli (ibukota Libya) terletak di lokasi waktu yang sama. Proses panggilan Adzan sehingga terus berlangsung melalui seluruh kawasan Afrika. Oleh karena itu, kumandang keesaan Allah dan kenabian Muhammad saw yang dimulai dari bagian timur pulau Indonesia itu tiba di pantai timur Samudera Atlantik setelah sembilan setengah jam.

Sebelum Adzan mencapai pantai Atlantik, kumandang adzan Zhuhur telah dimulai di kawasan timur Indonesia, dan sebelum mencapai Dacca, adzan Ashar telah dimulai. Dan begitu adzan mencapai Jakarta setelah kira-kira satu setengah jam kemudian, maka waktu Maghrib menyusul. Dan tidak lama setelah waktu Maghrib mencapai Sumatera, maka waktu adzan Isya telah dimulai di Sulawesi! Bila Muadzin di Indonesia mengumandangkan adzan Fajar, maka muadzin di Afrika mengumandangkan adzan untuk Isya.

Jika kita merenungkan fenomena ini dengan serius dan seksama, maka kita menyimpulkan fakta yang luar biasa, yaitu: Setiap saat ribuan muadzin —jika bukan ratusan ribu— di seluruh dunia mengumandangkan keesaan Allah yang Maha Kuasa dan kenabian Nabi Muhammad saw di muka bumi ini! Insya’allah, adzan (panggilan universal) lima kali sehari ini akan terus berlangsung sampai hari kiamat.

Amin.

Selasa, 08 Juni 2010

Seorang Ikhwan dan Akhwat Sejati

Suatu hari temen gw curhat sama gw. Dia bilang jaman sekarang tuh kayaknya susaaaaah banget kalo disuruh buat nyari pasangan yang cocok buat kita. Ada cewek yang manis, tapi begitu di ajak ngomong malah gak nyambung. Ada cewek pinter, tapi mukanya gak ngenakin (hehe..). Ada cewek pinter dan manis, tapi udah ada yang punya! (nah ini yang bikin nyesek banget, kenapa harus orang itu? KENAPAA!!). Dan ini yang jadi salah satu pikiran gw belakangan ini.

Akhirnya gw menemukan jawabannya yang terdiri cuma 1 kata doang: JODOH. Ya, jodoh. J.O.D.O.H.
Hal itu emang udah di atur sama Sang Khalik sebelum kita dilahirkan ke dunia. Jadi ya masing-masing dari kita emang udah ditentuin jodohnya. Gitu.

Ngomong-ngomong mengenai jodoh ane punya sebuah renungan buat kita semua. Selamat menyimak.

Seorang remaja pria bertanya pada ibunya, ”Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati!”
Sang Ibu tersenyum dan menjawab…
Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya.
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa.
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati di tempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati di dalam rumah.
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan.
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu.
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya.
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia mengahdapi lika-liku kehidupan.
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca.
Setelah itu, sang remaja pria kembali bertanya. Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ibu ?
Sang Ibu memberinya buku dan berkata…
Pelajari tentang dia. Ia pun mengambil buku itu, MUHAMMAD, judul buku yang tertulis di buku itu.

AKHWAT SEJATI

Seorang gadis kecil bertanya pada ayahnya, “Abi ceritakan padaku tentang akhwat sejati?”
Sang ayah pun menoleh sambil kemudian tersenyum.
Anakku…
Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari, keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.
Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.
Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara.
Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya.“Lantas apa lagi Abi?” sahut putrinya.
Ketahuilah putriku…
Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan, tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani, tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.
Dan ingatlah…
Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.Setelah itu sang anak kembali bertanya,
“Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu, Abi?” Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata, “Pelajarilah mereka!”
Sang anakpun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan “Istri Rasulullah”. (Muslimah Sholihah)

Posted by dini_nr@cs.its.ac.id Published in IsLamiC cEnTeR,,
IKHWAN SEJATI