Tampilkan postingan dengan label Dunia Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Islami. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Agustus 2010

30 Kesalahan Sholat yang Sering Kita Lakukan (Part 2)




Dalam postingan sebelumnya sudah saya tulis 15 kesalahan sholat yang sering kita lakukan, bisa dilihat disini. Nah, menindak-lanjuti dari postingan yang sebelumnya itu, maka saya posting lagi lanjutannya, yaitu bagian keduanya. So, monggo di baca-baca.


16. Makan atau minum atau tertawa


“Para ulama berkesimpulan bahwa orang yang sholat dilarang makan dan minum. Juga ada kesepakatan di antara mereka bahwa jika seseorang melakukannya dengan sengaja maka ia harus mengulang sholatnya”

17. Mengeraskan suara hingga mengganggu orang-orang di sekitarnya


Ibnu Taimiyyah menyatakan, “Siapapun yang membaca Al-Qur’an dan orang lain sedang sholat sunah, maka tidak dibenarkan baginya untuk membacanya dengan keras karena akan mengganggu mereka. Sebab, Nabi Muhammad SAW pernah meninggalkan sahabat-sahabatnya ketika mereka sholat Ashar dan beliau bersabda, ‘Hai manusia setiap kalian mencari pertolongan dari Rabb kalian. Namun demikian, jangan berlebihan satu sama lain dengan bacaan kalian’.”


18. Menyela di antara orang-orang yang sedang sholat

Perbuatan ini terlarang, karena akan mengganggu. Orang yang hendak menunaikan sholat hendaknya sholat pada tempat yang ada. Namun jika dia melihat celah yang memungkinkan baginya untuk melintas dan tidak mengganggu, maka hal itu diperbolehkan. Larangan ini lebih ditekankan pada jama’ah sholat Jumat, hal itu betul-betul dilarang. Nabi Muhammad SAW bersabda tentang mereka yang melintasi batas sholat, “Duduklah! Kamu mengganggu dan terlambat datang”.


19. Tidak meluruskan shaf


Nabi Muhammad SAW bersabda, “Luruskan shafmu, sesungguhnya meluruskan shaf adalah bagian dari mendirikan sholat yang benar” (HR. Bukhari dan Muslim).


20. Mengangkat kaki dalam sujud

Hal ini bertentangan dengan yang diperintahkan sebagaimana diriwayatkan dalam dua hadits yang shahih dari Ibnu Abbas RA, “Nabi Muhammad SAW telah memerintahkan bersujud dengan tujuh anggota tubuh dan tidak mengangkat rambut atau dahi (termasuk hidung), dua telapak tangan, dua lutut, dan dua telapak kaki”. Jadi seseorang yang sholat (dalam sujud), harus dengan dua telapak kaki menyentuh lantai dan mengarahkan jari-jari kaki menghadap kiblat. Tiap bagian kaki harus menyentuh lantai. Jika diangkat salah satu dari kakinya, sejudnya tidak benar, sepanjang dia lakukan itu dalam sujud.


21. Meletakkan tangan kiri diatas tangan kanan dan memposisikannya di leher

Hal itu berlawanan dengan sunah karena Nabi Muhammad SAW meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dan meletakkan keduannya di dada beliau. Ini hadits hasan dari beberapa sumber yang lemah di dalamnya, tapi dalam hubungannya saling menguatkan di antara satu dengan yang lainnya.


22. Tidak berhati-hati untuk melakukan sujud dengan 7 anggota tubuh (seperti dahi, dengan hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan jari-jari kedua telapak kaki)


Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang hamba sujud, maka tujuh anggota tubuh harus ikut sujud bersamanya : wajahnya, kedua telapak tangan, kedua lutut, daan kedua kaki” (HR. Muslim).


23. Membunyikan persendian tulang dalam sholat

Ini adalah tindakan yang tidak dibenarkan dalam sholat. Hal ini didasarkan pada sebuah hadits dengan sanad yang baik dari Shu’bah budak Ibnu Abbas, yang berkata, “Aku sholat di samping Ibnu Abbas dan aku membunyikan persendianku.” Selesai sholat dia berkata, “Semoga kamu kehilangan ibumu!, karena membunyikan persendian ketika kamu sholat!”


24. Membunyikan dan mempermainkan antar jari-jari (tasbik) selama dan sebelum sholat


Rosulullah SAW bersabda, “Jika salah seorang dari kalian wudhu dan pergi ke masjid untuk sholat, cegahlah dia memainkan tangannya karena (waktu itu) ia sudah termasuk dalam (waktu) sholat.” (HR. Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi).


25. Menjadikan seseorang sebagai imam, padahal tidak pantas, dan ada orang lain yang lebih berhak


Merupakan hal yang penting bahwa seorang imam harus memiliki pemahaman tentang agama dan mampu membaca Al-Quran dengan benar. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, “Imam bagi manusia adalah yang paling baik membaca Al-Quran” (HR. Muslim)


26. Wanita masuk ke masjid dengan mempercantik diri atau bedandan atau memakai harum-haruman

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Jangan biarkan perempuan yang berbau harum menghadiri sholat Isya bersama kita.” (HR. Muslim).


27. Sholat dengan pakaian yang bergambar, apalagi gambar makhluk bernyawa


Termasuk pakaian yang terdapat tulisan atau sesuatu yang bisa merusak konsentrasi orang yang sholat di belakangnya.


28. Sholat dengan sarung, gamis, atau celana yang musbil (melebihi mata kaki)


Banyak hadits Rasulullah SAW yang menyebutkan larangan berbuat isbal, diantaranya:
  1. Rasulullah SAW bersabda, “sesungguhnya Allah tidak menerima sholat seorang lelaki yang memakai sarung dengan cara musbil.” (HR. Abu Dawud(1/172) no. 638)
  2. Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT tidak (akan) melihat sholat seseorang yang mengulurkan sarungnya sampai ke bawah (musbil) dengan perasaan sombong.” (Shahih Ibnu Khuzaimah 1/382)
  3. Rasulullah SAW bersabda, “Sarung yang melebihi kedua mata kaki, maka pelakunya di dalam neraka.” (Bukhari. 5887)


29. Sholat di atas pemakaman atau menghadapnya


Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian menjadikan kuburan sebagai masjid. Karena sesungguhnya aku telah melarang kalian untuk melakukan hal itu.” (HR. Muslim: 532)


30. Sholat tidak menghadap ke arah sutrah (pembatas)

Nabi Muhammad SAW melarang perbuatan tersebut seraya bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian sholat menghadap sutrah, hendaklah ia mendekati sutrahnya sehingga setan tidak dapat memutus sholatnya.” (Shahih Al-Jami’: 650)

Inilah contoh perbuatan beliau, Rasulullah SAW, “Apabila beliau sholat di tempat terbuka yang tidak ada sesuatu pun yang menutupinya, maka beliau menancapkan tombak di depannya, lalu sholat menghadap tombak tersebut, sedang para sahabat makmum dibelakangnya. Beliau tidak membiarkan ada sesuatu yang lewat di antara dirinyadan sutrah tersebut.” Shifat Sholat Nabi Muhammad SAW, karya Al-Albani (hal: 55)

===

Dirangkum dari
“40 Kesalahan Sholat oleh Syaikh Muhammad Jibrin & Al-Qaulul Mubin Fi Akhtail Mushallin, Syaikh Masyhur Hasan Salman”

Rabu, 11 Agustus 2010

Semua Tentang Istighfar


Seorang yang shaleh pernah berkata : “Istighfar kita ini masih memerlukan istighfar”. Maksudnya, apabila seseorang mengucapkan istighfar, namun dia tidak meninggalkan maksiat yang diperbuatnya, maka istighfarnya itu masih butuh istighfar.

Sering kita temui, orang berisitghfar hanya dengan lisan mereka saja. Tidak disertai dengan kesungguhan hatinya. Mereka mengucapkan lafadz “Astaghfirullah” namun ucapan tersebut tidak mempengaruhi akhlaknya. Masih dan tetap saja melakukan maksiat tersebut. Dan sadarilah, bahkan terkadang kitapun termasuk kedalamnya…

*Astaghfirullah…!

Memang tak ada manusia yang tak pernah khilaf. Tidak ada manusia yang catatan amalnya benar2 bersih dari perbuatan dosa. Hal itu terjadi karena terkadang manusia kalah melawan musuh2nya. Ada banyak hal di dunia ini yang menjadi musuh sebenarnya bagi manusia. Diantaranya adalah nafsunya yang mendorongnya untuk melakukan maksiat dan menjauh dari jalan Allah. Musuhnya yang lain adalah setan, musuh yang tak akan pernah bisa membiarkan manusia melakukan amalan2 ibadah. Musuh yang akan selalu menggoda manusia sampai ajal dunia menjelang. Selain itu, musuh manusia pun bisa berupa keinginan2 yang menjauhkan diri dari jalan Allah. Dan masih ada dunia dan isinya yang seringkali menjerumuskan manusia dalam kebinasaan. Dan masih banyak lagi, yang kesemua itu harus kita perangi.

Dalam hadist, Rasulullah saw. Bersabda :

“Setiap manusia pasti banyak berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah orang-orang yang bertaubat.”

Pada hakikatnya, istighfar itu merupakan salah satu nikmat yang besar yang Allah berikan kepada orang2 beriman. Karena hanya dengan mengucapkan istighfar, dan disertai hati yang bersungguh2, dosa2 yang kita lakukan akan terhapus. Orang2 beriman mendapatkan keistimewaan dengan istighfar ini, karena hanya orang beriman sajalah yang boleh mengucapkannya. Namun seiring dengan pertambahan usia bumi, makna istighfar kini hanya menjadi ucapan di lisan belaka.

Fudhoil bin ‘Iyadh berkata, “Istighfar yang tidak disertai dengan berhenti dari dosa, adalah taubatnya para pembohong.”

Untuk itulah, kita yang dianugrahkan Allah menjadi orang2 yang beriman kepadaNya, harus benar2 mengistighfarkan diri dengan istighfarnya orang2 yang beriman. Bukan sekedar di lisan, namun juga hati kita. Dimana disaat beristighfar, kita mengucapkannya dengan niat betul2 untuk bertaubat. Sehingga kita benar2 mendapatkan ampunan dariNya.


Ada banyak waktu yang dianjurkan untuk kita beristighfar. Diantaranya adalah :


* Setelah melaksanakan ibadah.

Saat shalat, terkadang kita melakukan kesalahan yang dapat mengurangi kesempurnaannya. Untuk itulah kita beristighfar. Nabi Muhammad saw, sesudah salam dari shalat wajib, biasanya beristighfar tiga kali.

* Di waktu sahur.

Allah berfirman : “(Yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.” (Qs. Ali ‘imran :17)

* Ketika menutup majelis.

Dalam bermajelis, tidak jarang kita melakukan kesalahan. Baik itu pada diri sendiri maupun terhadap orang lain. Karena itulah, ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk beristighfar. Karena Allah maha mengetahui apa yang kita lakukan dalam majelis, namun kita tak menyadarinya.

* Istighfar untuk orang2 yang meninggal.

Nabi Muhammad saw, apabila selesai menguburkan mayat, beliau bersabda :

“Beristighfarlah kalian untuk saudara kalian dan mohonkanlah keteguhan untuknya, sesungguhnya sekarang ia sedang ditanya.”

Saat ditanyai dalam kubur, seorang mayit sangat membutuhkan istighfar dari saudara2nya untuk meringankan bebannya dan agar mendapatkan ampunan dari Allah.



Ada empat hukum yang berkaitan dengan istighfar, yaitu :

* Mundub/sunnah. Dimana istighafr ini dilakukan bukan hanya apabila melakukan maksiat. Tapi bisa disetiap saat. Bisa dilakukan untuk diri sendiri, orangtua, saudara, anak atau istri. Seperti firman Allah dalam surat al-muzzammil ayat 20 : “…dan mohon ampunlah kepada Allah. Sungguh Allah Maha pengampun dan Maha penyayang.”

* Wajib. Istighfar menjadi wajib hukumnya bagi orang2 mukmin yang telah melakukan dosa. Dosa sekecil apapun, akan dicatat oleh malaikat dalam catatan amal kita. Karena itu, kita diwajibkan untuk bersegera beristighfar setelah melakukan dosa. Agar kita mendapat ampunanNya, dan dosa dalam catatan amal kita dihapuskan.

* Makruh. Seperti beristighfar dibelakang jenazah. Hal ini dimakruhkan karena rasulullah tidak pernah melakukan ini. Yang dianjurkan adalah beristighfar untuk jenazah saat menshalatkannya dan memakamkannya.

* Haram, apabila seorang mu’min beristighfar untuk orang yang kafir. Seperti Rasulullah yang diharamkan untuk memohonkan ampunan bagi paman beliau. Seperti yang difirmankan Allah :

“Sama saja bagi mereka, kamu mintakan ampunan atau tidak kamu mintakan ampunan bagi mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang2 fasik.” (Qs. Al-Munafiqun : 6)



Buah dari istighfar…

Allah menjanjikan buah yang manis dari istighfar yang kita tanam. Ada banyak bentuk dan macamnya manfaat istighfar yang dapat kita rasakan dalam keseharian. Diantaranya yaitu :

* Allah mengampuni dosa2 orang yang memohon ampun kepadanya. Hal ini tercantum dalam firmannya:

“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatn dan menganiaya dirinya, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Penganmpun lagi Maha Penyayang.” (An-nisa’ : 110)

* Salah satu faktor pembawa rezeki. Rasulullah saw. Pernah bersabda dalam hadistnya :

“Brangsiapa yang banyak beristighfar, niscaya Allah memberikan kelapangan baginya dari setiap kecemasan, jalan keluar dari setiap kesempitan, serta memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.”

Di dalam hadist ini Rasulullah mengatakan bahwa salah satu buah dari istighfar itu adalah rezeki dari Allah. Rezeki yang arahnya tidak pernah disangka-sangka dan tidak pernah terpikirkan dalam pikiran manusia. Untuk itu, ketika kita ingin mendapat kelapangan rezeki dan berkahnya, perbanyaklah istighfar. Tentu saja, istighfar yang sebenar-benarnya isitighfar.

* Jalan menuju ke surga.

Dengan di ampuninya dosa2, maka pintu menuju surga akan terbuka. Kita akan diperbolehkan untuk memasuki surgaNya dengan beristighfar. Asalkan seumur hidup kita tetap menjadi orang yang beriman.

* Sarana memperoleh kesehatan dan kekuatan.

“Dan (dia berkata), ‘Hai kaumku, mohonkanlah ampun kepada Rabbmu lalu bertaubatlah kepadaNya. Niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (Al-Hud : 52)

* Sarana memperoleh kebersihan hati.

Satu dosa akan menorehkan satu noda di dalam hati kita. Karena tiu, dengan beristighfar, noda2 tersebut akan terhapus dan hati kita kembali bersih.

* Mencegah terjadinya adzab.

Seperti yang dikatakan oleh Hasan Basri, “Wahai manusia, meninggalkan dosa itu lebih mudah bagimu daripada bertaubat.” Istighfar merupakan sarana bagi kita untuk mencegah adzabNya. Seperti yang di firmankan oleh Allah :

“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengadzab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah(pula) Allah akan mengadzab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (Al-Anfal : 33)

* Meningkatkan derajat setelah mati.

Dalam sebuah hadist, Rasulullah bersabda…

“Sungguh Allah akan mengangkat derajat seorang hamba di surga. Maka, kelak ia akan bertanya. ‘Ya Rabbi, mengapa saya meraih derajat seperti ini?’ Allah menjawab, ‘Karena istighfar yang dipanjatkan anakmu untukmu!” (diriwayatkan oleh Abu Hurairoh).

Karena itulah, kita sebagai seorang anak harus memperbanyak doa untuk orangtua kita. Agar beliau mendapatkan tingkat derajat yang lebih tinggi di sisi Allah, dan mendapatkan kelapangan. Sehingga, seperti itu pula lah anak kita kelak.

Dan masih banyak lagi buah yang bisa kita petik dari istighfar. Yang masing-masing orang akan berbeda buahnya.

Wahai Sobat… mari kita bersama memperbaiki istighfar kita. Agar istighfar itu bukan hanya menjadi pembasah lidah. Tetapi juga sebagai cahaya kita di surga kelak…

amiin…

Senin, 09 Agustus 2010

Badan Segar di Bulan Ramadhan


Ramadhan telah tiba.... Jadi izinkan saya untuk sekedar menyampaikan beberapa tips untuk bugar di bulan yang suci dan penuh hikmah ini. Supaya puasanya sukses dan gak banyak ngeluh : "Aduuuuhhh lappeeeerrr....."

1. Fokus Ramadhan adalah Berpuasa
INGAT! Dibulan ini kita dituntut untuk berpuasa, bukan olahraga atau fitness. Jadi utamakan untuk menjalani ibadah secara maksimal. Dan pastikan diri dalam kondisi yang sehat untuk terus menjalankannya dengan baik.


2. Berpuasa dengan strategi yang baik
Olahraga:
- 20 menit sebelum berbuka ATAU
- Antara berbuka & shalat Tarawih
- Pilihlah olahraga yang disukai, atau lakukan kombinasi latihan beban 20 menit ditutup dengan latihan aerobik/cardio 20 menit.

Saat berbuka:
- Konsumsikan buah kurma / madu 1 sendok makan dengan segelas air
- 15 menit sesudahnya, konsumsikan karbohidrat kompleks dengan protein & sayur. Contoh: nasi merah + ayam panggang + lalab, atau nasi + ikan kukus + tahu/tempe rebus + sambel + cap cay.

Sesudah shalat Tarawih / sebelum tidur
- Bisa konsumsikan menu berbuka kembali, tetapi dalam porsi yang lebih kecil / secukupnya.

Saat sahur:
- Konsumsikan lagi menu yang serupa dengan berbuka, seperti halnya meal yang cukup besar.
- Kurangi / batasi penyajian dengan garam/sodium tinggi atau konsumsi kafein. Hal ini akan memicu rasa haus yang lebih tinggi.
- Konsumsikan buah dan multivitamin sesudah sahur sebagai penutup.

Demikian informasi sederhana untuk siapa saja yang menjalankan puasa di bulan Ramadhan ini. Semoga bermanfaat adanya.

Semoga ibadah di bulan suci Ramadhan teman-teman semakin optimal setelah menjalankan strategi di atas.

Amin.

Jumat, 06 Agustus 2010

30 Kesalahan Sholat yang Sering Kita Lakukan -Part 1-




“Sesungguhnya yang pertama kali akan dihisab atas seorang hamba pada hari kiamat adalah perkara sholat. Jika solatnya baik, maka baiklah seluruh amal ibadah lainnya, dan jika sholatnya rusak, maka rusaklah seluruh amal ibadah lainnya, kemudian semua amalannya akan dihitung atas hal itu.”
(HR. An Nasa’i : 463)

====================================================================



1. Menunda-nunda sholat dari waktu yg telah ditetapkan
Hal ini merupakan pelanggaran berdasarkan firman Allah SWT, “sesungguhnya sholat itu merupakan suatu kewajibanyang telah ditetapkan waktunya bagi orang-orang yang beriman”. (QS. An-Nisa : 103)


2. Tidak sholat berjamaah di masjid (bagi laki-laki)
Rasulullah SAW bersabda, “barang siapa yang mendengar panggilan (adzan) kemudian tidak menjawabnhya (dengan mendatangi sholat berjamaah), maka tidak ada sholat baginya kecuali udzur yang dibenarkan.” HR. Ibnu Majah, shahih)
“Lalu aku bangkit (setelah sholat dimulai) dan pergi menuju orang-orang yang tidak menghadiri sholat berjamaah, kemudian aku akan membakar rumah-rumah mereka hingga rata dengan tanah” (HR. Bukhari dan Muslim)



3. Tidak tuma’ninah dalam sholat
Makna tuma’ninah adalah seseorang yang melakukan sholat, diam (tenang) dalam ruku, i’tidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud. Dia harus berada pada posisi-posisi tersebut, dimana setiap ruas-ruas tulang ditempatkan sesuai dengan tempatnya. Tidak boleh terburu-buru diantara dua gerakan dalam sholat, sampai dia selesai tuma’ninah dalam posisi tertentu sesuai waktunya. Bahkan Nabi Muhammad SAW bersabda berkata kepada seseorang yang tergesaa-gesa dalam sholatnyatanpa memperlihatkan tuma’ninah dengan benar, “Ulangi sholatmu, sebab kamu belum melakukan sholat”.



4. Tidak khusyu’ dalam sholat, dan melakukan gerakan-gerakan yang berlebihan di dalamnya.
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya, seseorang beranjak setelah mengerjakan sholatnya dan tidak ditetapkan pahala untuknya kecuali hanya sepersepuluh untuk sholatnya, sepersembilan, seperdelapan, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga, atau setengah darinya”. (HR. Abu Dawud, shahih). Mereka tidak mendapat pahala sholatnya dengan sempurna disebabkan tidak adanya kekhusuyu’an dalam hati dan melakukan gerakan-gerakan yang melalaikan dalam sholatnya.



5. Sengaja mendahului gerakan imam atau tidak mengikuti gerakan-gerakannya
Perbuatan ini dapat membatalkan sholat atau rekaat-rekaat. Merupakan suatu kewajiban bagi makmum untuk mengikuti imam secara keseluruhan tanpa mendahuluinya atau melambat-lambatkan sesudahnya pada setiap rekaat sholat. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya dijadikan imam itu untuk diikuti keseluruhannya. Jika dia bertakbir, maka bertakbirlah, dan jangan bertakbir sampai imam bertakbir, dan jika dia ruku’ maka ruku’lah, dan jangan ruku’ sampai imam ruku’”. (HR. Bukhari)


6. Berdiri untuk melengkapi rekaat yang tertinggal sebelum imam menyelesaikan tasyahud akhir dengan mengucap salam ke kiri dan ke kanan.
Rasulullah SAW berkata, “jangan mendahuluiku dalam ruku’, sujud, dan jangan pergi dari sholat (Al-Insyiraaf)”. Para ulama berpendapat bahwa Al-Insyiraaf, ada pada tasyahud akhir. Seseorang yang mendahului imam harus tetap pada tempatnya sampai imam menyelesaikan sholatnya (sempurna salamnya). Baru setelah ia berdiri dan melengkapi rekaat yang tertinggal.


7. Melafadzkan niat
Tidak ada keterangan dari nabi maupun para sahabat bahwa mereka pernah melafadzkan niat sholat. Ibnu Qayyim menyatakan dalam Zaadul-Ma’aad, “ketika Nabi SAW berdiri untuk sholat beliau mengucapkan, “Allaahu Akbar”, dan tidak berkata apapun selain itu. Beliau juga tidak melafalkan niatnya denga keras.”


8. Membaca Al-Quran dalam ruku’ atau selama sujud
Hal ini dilarang, berdasarkan sebuah riwayat dari Ibnu Abbas RA, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Saya telah dilarang untuk membaca Al-Qur’an selama ruku’ atau dalam sujud.”


9. Memandang ke atas selama sholat atau melihat ke kiri dan ke kanan tanpa alasan tertentu
Rasulullah SAW bersabda, “Cegahlah orang-orang itu untuk mengangkat pandangan ke atas atau biarkan pandangan mereka tidak kembali lagi” (HR. Muslim)


10. Melihat ke sekeliling tanpa ada keperluan tertentu
Diriwayatkan dari Aisyah RA, bahwa ia berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW tentang melihat ke sekeliling dalam sholat. Beliau menjawab, ‘Itu adalah curian yang sengaja dibisikan setan pada umat dalam sholatnya’.” (HR. Ahmad)



11. Seorang wanita yang tidak menutup kepala dan kakinya dalam sholat
Sabda Rasulullah SAW, “Allah tidak menerima sholat wanita yang sudah mencapai usia haid, kecuali jika dia memakai jilbab (khimar)”. (HR. Ahmad)


12. Berjalan di depan orang yang sholat
berjalan didepan orang yang sedang sholat, baik orang yang dilewati dihadapannya itu sebagai imam, maupun sedang sholat sendirian dan melangkah (melewati) di antara orang-orang selama khutbah sholat Jum’at
Rasulullah SAW bersabda, “Jika orang yang melintas di depan orang yang sedang sholat mengetahui betapa beratnya dosa baginya melakukan hal itu, maka akan lebih baik baginya untuk menunggu dalam hitungan 40 dari pada berjalan di depan orang yang sholat itu” (HR. Bukhari dan Muslim).
Adapun lewat di antara shaf orang yang sedang berjama’ah, maka hal itu diperbolehkan menurut jumhur berdasarkan hadits Ibnu Abbas : “Saya datang dengan naik keledai, sedang saya pada waktu itu mendekati baligh. Rasulullah SAW sendang sholat bersama orang-orang di Mina menghadap ke dinding. Maka saya lewat di depan sebagian shaf, lalu turun dan saya biarkan keledai saya, maka saya masuk ke dalam shaf dan tidak ada seorangpun yang mengingkari perbuatan saya.” (HR. Al Jama’ah). Ibnu Abdil Barr berkata, “Hadits Ibnu Abbas ini menjadi pengkhususan dari hadits Abu Sa’id yang berbunyi, ‘Jika salah seorang dari kalian sholat, maka jangan biarkan seorangpun lewat di depannya’.”. (Fathul Bari:1/572)


13. Tidak mengikuti imam (pada posisi yang sama) ketika datang terlambat, baik ketika imam sedang duduk atau sujud
Sikap yang dibenarkan bagi seseorang yang memasuki masjid adalah segera mengikuti imam pada posisinya bagaimanapun, baik dia sedang sujud atau yang lainnya.


14. Seseorang yang bermain dengan pakaian atau jam atau yang lainnya
Hal ini mengurangi kekhusu’an. Rasulullah SAW melarang mengusap kerikil dalam sholat, karena dapat merusak kekhusyu’an. Beliau bersabda, “Jika salah seorang dari kalian sedang sholat, cegahlah ia untuk tidak menghapus kerikil sehingga ampunan datang padanya” (HR. Ahmad, shahih)


15. Menutup mata tanpa alasan
Hal ini makruh sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim Al-jauziyah, “Menutup mata bukan dari sunah Rasul. Yang ternaik adalah, jika membuka mata tidak merusak kekhusyu’an sholat, maka lebih baik melakukannya. Namun jika hiasan, ornamen dan sebagainya di sekitar orang yang sholat atau antara dirinya dan kiblat mengganggu konsentrasinya, maka diperbolehkan menutup mata. Namun demikian, pernyataan untuk melakukan hal itu dianjurkan (mustahab) pada kasus ini.” Wallahu A’lam.

Insya Allah bagian keduanya segera menyusul. Karena keterbatasan halaman, mangkanya saya potong dan bagi menjadi 2 bagian. Jazakumullah

Bagian keduanya bisa dilihat disini.

Rabu, 16 Juni 2010

Adzan dan Mukjizatnya

Adzan adalah media luar biasa untuk mengumandangkan tauhid terhadap Tuhan yang Maha Kuasa dan risalah (kenabian) Nabi Muhammad saw. Adzan juga merupakan panggilan shalat kepada umat Islam, yang terus bergema di seluruh dunia lima kali setiap hari.

Betapa mengagumkan suara adzan itu, dan bagi umat Islam di seluruh dunia, adzan merupakan sebuah fakta yang telah mapan. Indonesia misalnya, sebagai sebuah negara terdiri dari ribuan pulau dan dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

Begitu fajar fajar menyingsing di sisi timur Sulawesi, di sekitar 5:30 waktu setempat, maka adzan subuh mulai dikumandangkan. Ribuan Muadzin di kawasan timur Indonesia mulai mengumandangkan tauhid kepada yang Maha Kuasa, dan risalah Muhammad saw.

Proses itu terus berlangsung dan bergerak ke arah barat kepulauan Indonesia. Perbedaan waktu antara timur dan barat pulau-pulau di Indonesia adalah satu jam. Oleh karena itu, satu jam setelah adzan selesai di Sulawesi, maka adzan segera bergema di Jakarta, disusul pula sumatra. Dan adzan belum berakhir di Indonesia, maka ia sudah dimulai di Malaysia. Burma adalah di baris berikutnya, dan dalam waktu beberapa jam dari Jakarta, maka adzan mencapai Dacca, ibukota Bangladesh. Dan begitu adzan berakhir di Bangladesh, maka ia ia telah dikumandangkan di barat India, dari Kalkuta ke Srinagar. Kemudian terus menuju Bombay dan seluruh kawasan India.

Srinagar dan Sialkot (sebuah kota di Pakistan utara) memiliki waktu adzan yang sama. Perbedaan waktu antara Sialkot, Kota, Karachi dan Gowadar (kota di Baluchistan, sebuah provinsi di Pakistan) adalah empat puluh menit, dan dalam waktu ini, (Dawn) adzan Fajar telah terdengar di Pakistan. Sebelum berakhir di sana, ia telah dimulai di Afghanistan dan Muscat. Perbedaan waktu antara Muscat dan Baghdad adalah satu jam. Adzan kembali terdengar selama satu jam di wilayah Hijaz al-Muqaddas (Makkah dan Madinah), Yaman, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Irak.

Perbedaan waktu antara Bagdad dan Iskandariyah di Mesir adalah satu jam. Adzan terus bergema di Siria, Mesir, Somalia dan Sudan selama jam tersebut. Iskandariyah dan Istanbul terletak di bujur geografis yang sama. Perbedaan waktu antara timur dan barat Turki adalah satu setengah jam, dan pada saat ini seruan shalat dikumandangkan.

Iskandariyah dan Tripoli (ibukota Libya) terletak di lokasi waktu yang sama. Proses panggilan Adzan sehingga terus berlangsung melalui seluruh kawasan Afrika. Oleh karena itu, kumandang keesaan Allah dan kenabian Muhammad saw yang dimulai dari bagian timur pulau Indonesia itu tiba di pantai timur Samudera Atlantik setelah sembilan setengah jam.

Sebelum Adzan mencapai pantai Atlantik, kumandang adzan Zhuhur telah dimulai di kawasan timur Indonesia, dan sebelum mencapai Dacca, adzan Ashar telah dimulai. Dan begitu adzan mencapai Jakarta setelah kira-kira satu setengah jam kemudian, maka waktu Maghrib menyusul. Dan tidak lama setelah waktu Maghrib mencapai Sumatera, maka waktu adzan Isya telah dimulai di Sulawesi! Bila Muadzin di Indonesia mengumandangkan adzan Fajar, maka muadzin di Afrika mengumandangkan adzan untuk Isya.

Jika kita merenungkan fenomena ini dengan serius dan seksama, maka kita menyimpulkan fakta yang luar biasa, yaitu: Setiap saat ribuan muadzin —jika bukan ratusan ribu— di seluruh dunia mengumandangkan keesaan Allah yang Maha Kuasa dan kenabian Nabi Muhammad saw di muka bumi ini! Insya’allah, adzan (panggilan universal) lima kali sehari ini akan terus berlangsung sampai hari kiamat.

Amin.

Selasa, 08 Juni 2010

Seorang Ikhwan dan Akhwat Sejati

Suatu hari temen gw curhat sama gw. Dia bilang jaman sekarang tuh kayaknya susaaaaah banget kalo disuruh buat nyari pasangan yang cocok buat kita. Ada cewek yang manis, tapi begitu di ajak ngomong malah gak nyambung. Ada cewek pinter, tapi mukanya gak ngenakin (hehe..). Ada cewek pinter dan manis, tapi udah ada yang punya! (nah ini yang bikin nyesek banget, kenapa harus orang itu? KENAPAA!!). Dan ini yang jadi salah satu pikiran gw belakangan ini.

Akhirnya gw menemukan jawabannya yang terdiri cuma 1 kata doang: JODOH. Ya, jodoh. J.O.D.O.H.
Hal itu emang udah di atur sama Sang Khalik sebelum kita dilahirkan ke dunia. Jadi ya masing-masing dari kita emang udah ditentuin jodohnya. Gitu.

Ngomong-ngomong mengenai jodoh ane punya sebuah renungan buat kita semua. Selamat menyimak.

Seorang remaja pria bertanya pada ibunya, ”Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati!”
Sang Ibu tersenyum dan menjawab…
Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya.
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa.
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati di tempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati di dalam rumah.
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan.
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu.
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya.
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia mengahdapi lika-liku kehidupan.
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca.
Setelah itu, sang remaja pria kembali bertanya. Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ibu ?
Sang Ibu memberinya buku dan berkata…
Pelajari tentang dia. Ia pun mengambil buku itu, MUHAMMAD, judul buku yang tertulis di buku itu.

AKHWAT SEJATI

Seorang gadis kecil bertanya pada ayahnya, “Abi ceritakan padaku tentang akhwat sejati?”
Sang ayah pun menoleh sambil kemudian tersenyum.
Anakku…
Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari, keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.
Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.
Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara.
Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya.“Lantas apa lagi Abi?” sahut putrinya.
Ketahuilah putriku…
Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan, tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani, tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.
Dan ingatlah…
Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.Setelah itu sang anak kembali bertanya,
“Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu, Abi?” Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata, “Pelajarilah mereka!”
Sang anakpun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan “Istri Rasulullah”. (Muslimah Sholihah)

Posted by dini_nr@cs.its.ac.id Published in IsLamiC cEnTeR,,
IKHWAN SEJATI